Hallo sobat Mentari dimanapu sobat berada, kali ini mimin akan membuat sebuat postingan hasil penelitian dan yang mimin lakukan di salah satu rombel SD yang kebetulan mimin mengajar disana. Oh iya sobat, kebetulan mimin mengajar di kelas 6 Mapel PKN yang materinya sungguh menjenuhkan kalau kita tidak pintar mendesainnya. Anak cenderung bosan karena materi cukup mudah jika cermati.
Pengalaman mimin ketika mengajarkan materi tentang Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab. Dikala pembelajaran sudah sangat menjenuhkan bisanya di tengah-tengah pembelajaran, mimin mencoba menerapkan Ice Break atau kita kenal dengan pemecah Es. Bukan memecahkan Es batu ya ! tapi memecahkan suasana supaya kembali kondusif ke jalur nya yang benar yang seharusnya.
salah satu Ice Break yang coba mimin terapkan adalah "JIKA" dan "MAKA", Kelas dibagi kedalam dua kubu yaiyu kubu Jika dan kubu Maka. Bagi kubu Jika maka membuat kalimat dengan kata awal JIKA. bagi kubu Maka membuat Kalimat dengan kata awal MAKA. Peserta ditunjuk secara acak untuk membacakan kalimatnya, dan jika antara kalimat nya berhubungan maka siswa di berikan Point. hasilnya luarbiasa, siswa kembali bergairah dan antusias.
Dari poit pengalaman tersebut jadi Ice Breaking sangatlah diperlukan dalam proses pembelajaran. Untuk Apa ?
Istilah ice breaker berasal dari dua kata asing, yaitu ice yang berarti es yang memiliki sifat kaku, dingin, dan keras, sedangkan breaker berarti memecahkan. Arti harfiah ice-breaker adalah ‘pemecah es’ Jadi, ice breakerbisa diartikan sebagai usaha untuk memecahan atau mencairkan suasana yang kaku seperti es agar menjadi lebih nyaman mengalir dan santai. Hal ini bertujuan agar materi-materi yang disampaikan dapat diterima. Siswa akan lebih dapat menerima materi pelajaran jika suasana tidak tegang, santai, nyaman, dan lebih bersahabat ( Sunarto, Ice Breaker dalam Pembelajaran Aktif, (Surakarta: Yuman Pressindo, 2012)
Pemilihan Ice Break yang tepat adalah tugas kita bersama sebagai Guru. Mari berkarya, sahabatku semua.