
Kisah ini Admin sadur atau Ambil dari Sebuah Buku yang berjudul " Guru Inspiratif - kumpulan kisah unik dan menarik dalam dunia pendidikan" yang diterbitkan oleh yramaWidya.
Berikut Kisahnya ........
Ketika masih duduk di bangku SD, Nuri selalu diantar sekolah oleh ayahnya ke sekolah. Sekolah Nuri agak jauh dari Rumahnya. Kira-kira 11 KM jarak dari rumah Nuri ke Sekolahnya.
Sejak memasuki kelas 3, ayah Nuri mulai mengajarkan Nuri menghafal Al-Quran bila ia hendak pergi ke Sekolah. Diatas motor Vespa kesayangan Ayah nya. Nuri belajar ayat demi ayat Al-Quran. Nuri mulai diajari surat Al-Fatihah dengan Tajwid dan Makhorijul huruf yang benar. Setiap hari ayah nuri hanya menargetkan 1 Ayat untuk dihafal. Dia memulainya dengan memberikan contoh bacaan yang benar. Setelah itu, nuri harus menirukannya. Bila satu ayat belum hafal, ayah Nuri terus meminta Nuri untuk mengulang-ulang sampai akhirnya Nuri tiba di Sekolah.
Keesokan harinya, ayah Nuri menguji hafalan Nuri yang kemarin. Bila tiga kali diulang telah lancar dan tidak ada yang salah, ayah nuri melanjutkan pada ayat berikutnya. Demikian Seterusnya ia lakukan pada ayat berikutnya.
Kadang-kadang Nuri merasa Bosan dan Jenuh denga target Ayah yang seperti itu, bahkan ketika Nuri sedang tiodak Mood, Nuri merasa itu sebagai beban. Meskipun itu hanya satu ayat. Tetapi Nuri tidak bisa menolaknya. terpaksa Nuri menerima permintaan sang ayah.Sang Ayahpun bergeming dengan penuh kesabaran. I terus mengajari sang anak menghafal Ayat Al-Quran, meskipun ia harus berusaha kerasa meyakinkan anaknya terlebih dahulu akan pentingnya menghafal ayat-ayat AL-Quran.
Lambat laun hafalan Nuri semakin banyak. Nuri bersyukur dan merasakan kebahagiaan tersendiri ketika ia di test oleh guru agamanya di Sekolah. Nuri bisa membacakan ayat-0ayat Quran dengan baik.hal ini sering mendorong semangat Nuri untuk belajar menghafal Al-Quran kepada Ayahnya.
Ayah Nuri termasuk type orang yang kon sisten. Tidak ada hari yang terlupakan oleh be;iau untuk mengajari Nuri menghafal Al-Quran setiap kali beliau mengantar Nuri ke Sekolah. Swlalu saja ingat. Kadang Nuri suka berdoa agar ayahnya lupa tidak mengajarkan Ayahnya membaca Al-Quran. Tetapi seakan Doa Nuri tidak mempan. Sang ayah terus mengajari hafalan Al-Quran kepada Nuri.
Suatu hari, Nuri ikut Lomba hafalan surah-surah pendek di mesjid tempat tinggalnya. Nuri mendap Juara karena bimbingan Ayahnya. Kemenangan itu membuat Nuri bersemangat menghafalk surah-surah pendek ia meminta sang ayah untuk membimbingnya.
Bersambung ......