Assalamualaikum Sahabat Dunia Kita Semoga semuanya dalam lindungan Alloh Swt.
Dalam blog kali ini penulis akan mencoba memaparkan tentang bagaimana tahapan pembentukan karakter pada siswa. Sebelum melanjutkan membaca ada baiknya kami infokan jika kalian suka tulisan ini silahkan di komen saja dan jangan lupa share ya.
Berbicara tentang karakter pada siswa terutama pembentukan nya adalah cara yang tidak mudah. Membutuhkan cara dan keseriusan untuk menerapkannya, membutuhkan konsistensi untuk menerapkannya.
Menurut Ratna Megawangi, pendiri Indonesia Heritage Foundation, ada tiga tahap pembentukan karakter, yakni :
1. MORAL KNOWING : Memahamkan dengan baik pada anak tentang arti kebaikan. Mengapa harus berperilaku baik. Untuk apa berperilaku baik. Dan apa manfaat berperilaku baik;
2. MORAL FEELING : Membangun kecintaan berperilaku baik pada anak yang akan menjadi sumber energi anak untuk berperilaku baik. Membentuk karakter adalah dengan cara menumbuhkannya;
3. MORAL ACTION : Bagaimana membuat pengetahuan moral menjadi tindakan nyata. Moral action ini merupakan outcome dari dua tahap sebelumnya dan harus dilakukan berulang-ulang agar menjadi moral behavior.
(info diambil dari abdimadrasah.com)
Dengan melalui tiga tahap tersebut, proses pembentukan karakter akan menjadi lebih mengena dan siswa akan berbuat baik karena dorongan internal dari dalam dirinya sendiri. Terkait pilar pendidikan karakter, Ratna Megawangi mengungkapkan ada 9 pilar karakter yang harus ditumbuhkan dalam diri siswa :
Cinta pada Allah SWT, dengan segenap ciptaan-Nya;
Kemandirian dan tanggung jawab;
Kejujuran, bijaksana;
Hormat, santun;
Dermawan, suka menolong, gotong royong;
Percaya diri, kreatif, bekerja keras;
Kepemimpinan, keadilan;
Baik hati, rendah hati;
Toleransi, Kedamaian, kesatuan Kesembilan pilar karakter perlu diajarkan dengan menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good.
Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadiengine yang selalu bekerja membuat orang mau selalu berbuat sesuatu kebaikan. Orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan acting the good berubah menjadi kebiasaan.
Dalam kegiatan proses pembelajaran, membentuk siswa berkarakter dapat dimulai dari pembuatan perencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP). Karakter yang akan dikembangkan dapat ditulis secara eksplisit pada RPP. Dengan demikian, dalam setiap kegiatan pembelajaran guru perlu menetapkan karakter yang akan dikembangkan sesuai dengan materi, metode, dan strategi pembelajaran.
Disini peran serta guru sangatlah tinggi terutama dalam mendorong hal hal yang positif terhadap siswa. Pendidikan karakter sangat bagus diterapkan pada usia Sekolah Dasar kelas rendah. Kebiasaan kebiasaan positif yang di contohkan atau diajarkan akan sangat membekas jika diterapkan secara konsisten dan continue.
Penerapan karakter pada siswa diawali dengan komitmen keseriusan dan hati. Perencanaan yang baik juga sangatlah mempengaruhi. Metide dan media salah satu pendukungnya.
Demikian tulisan kali ini semoga bermanfaat buat rekan rekan guru semua.
Nantikan tulisan tulisan kami berikutnya.